MALANG KOTA – Sebanyak 15 mahasiswa asing menjadi guru SD. Mereka berasal dari 11 negara. Di antaranya Korea Selatan, Jepang, Tiongkok, Inggris, Yaman, Nigeria, Gambia, Pakistan, Mesir, Tanzania, dan Afghanistan.
Belasan mahasiswa mancanegara tersebut mengajar di SDN Lowokwaru 4 Malang. Materi yang diajarkan adalah pengenalan budaya asing. Yakni budaya dari negara masing-masing pengajar tersebut. Mahasiswa asing mengajar tersebut merupakan program kelas imersi BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) Universitas Brawijaya (UB).
Salah seorang mahasiswa BIPA asal Jepang, Toranosuke Nakazawa mengatakan, dia mengenalkan budaya di negaranya saja. Namun juga untuk mempraktikkan dan menguji kemampuannya dalam menggunakan Bahasa Indonesia. “Saya merasa senang karena bisa berbagi pengetahuan tentang negara dan budaya saya,” ucapnya. Mahasiswa asal Wako University itu juga senang bisa mempraktikkan bahasa Indonesia yang sudah didapatkan di kelas selama mengikuti program tersebut.
Senada dengan Toranosuke Nakazawa, mahasiwa BIPA asal Tiongkok, Li Landi juga senang bisa mengenalkan budayanya untuk anak SD. Sebab dari proses tersebut, dia bisa mengasah kemampuan berbahasa Indonesia dengan siswa. Mahasiswa asal Tianjin University of Foreign Studies China itu mengenalkan pakaian tradisional Tiongkok hingga festival-festival di negaranya.
Sedangkan Ketua Pelaksana Program Imersi Fredy Nugroho MHum mengatakan, kegiatan itu merupakan program penguatan BIPA. Mahasiswa asing yang belajar BIPA di UB tidak hanya belajar di kelas. Tapi juga membaur bersama masyarakat. ”Untuk memberikan pengalaman lapangan kepada mahasiswa,” kata dia.
Program imersi diharapkan menjadi ajang untuk membuka wawasan masyarakat di Indonesia. Terutama dalam hal keberagaman budaya antar negara. Dengan begitu, tingkat toleransi bisa terus ditingkatkan. “Program ini digelar selama dua pekan. Mulai 15-26 Januari 2024,” katanya.(dre/dan)
Editor : Mahmudan