Kosakata ini mulai populer di era 1960-an.
Ada pengaruh dari dialek bahasa Madura di dalamnya.
Dari penelusuran Jawa Pos Radar Malang, istilah gak omes juga ditemui di daerah lain.
Salah satunya di Kabupaten Jember.
Di wilayah jantung tapal kuda itu, istilah tersebut memiliki arti ’Gregetan’.
Baca Juga: Kamus Malangan Hari Ini: Paitun Gundul
Sementara di wilayah Malang Raya, istilah itu memiliki makna ’tidak suka’.
Karena itu, kata gak omes kerap digunakan untuk menggambarkan sikap seseorang terhadap orang lain.
Menurut Budayawan Malang Dwi Cahyono, makna istilah di Jember dan Malang sebenarnya berkaitan.
Khususnya dalam hal ekspresi dalam penggunaan kalimat tersebut.
”Menggambarkan suasana hati yang gregetan,” terang dia.
Dwi membenarkan jika kata gak omes memang dibawa pertama kali oleh masyarakat Pandalungan yang bermigrasi ke wilayah Malang Raya.
Baca Juga: Kamus Malangan Hari Ini: Dengkulmu Anjlok
Dalam hal ini, masyarakat perantauan pulau Madura di pesisir utara Jawa Timur yang membaur dengan warga Malang.
Lambat laun, istilah gak omes atau ora omes mulai dikenal banyak warga di daerah lain.
Dimulai dengan warga di wilayah garis kebudayaan Arekan.
Mulai dari Malang sampai Surabaya.
”Di luar Malang, kata gak-nya diganti ora. Tapi artinya tetap sama,” ujar dia.
Sampai sekarang, istilah tersebut masih sering digunakan warga di Malang Raya. (biy/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana