Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Legislator Kota Malang Dorong Program Gentengisasi

Mahmudan • Jumat, 6 Februari 2026 | 11:17 WIB
BUTUH GENTENGISASI: Sebagian rumah di Kelurahan Kiduldalem, Kecamatan Klojen masih menggunakan atap berbahan seng.
BUTUH GENTENGISASI: Sebagian rumah di Kelurahan Kiduldalem, Kecamatan Klojen masih menggunakan atap berbahan seng.

MALANG KOTA – Legislator mendorong eksekutif merealisasikan program gentengisasi yang digagas Presiden Prabowo Subainto. Program tersebut dinilai efektif dan layak untuk direalisasikan di Kota Malang.

Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Siraduhitta mengatakan, ada baiknya Pemerintah Kota (Pemkot) Malang segera melakukan pendataan rumah warga yang atapnya belum layak.

Terutama yang masih menggunakan seng. "Sebagai wilayah perkotaan, mungkin yang belum menggunakan genteng tergolong minim. Tetapi harus dimulai pemetaan," ujar politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu.

Sebagai informasi gentengisasi menjadi program yang dibahas pada rapat koordinasi pemerintah pusat dengan daerah pada Senin lalu (2/2). Program ini digagas presiden untuk mewujudkan Indonesia yang lebih indah, sehat, dan tertata. Selain kurang indah, penggunaan atap seng menimbulkan dampak negatif pada kesehatan.

Amithya menuturkan, program nasional ini bisa menjadi program strategis untuk meningkatkan taraf hidup warga Kota Malang. Menurut Amithya, perlu dilakukan pendataan untuk mengetahui wilayah mana saja yang memerlukan gentengisasi.

"Harus dilakukan peninjauan ke lapangan. Untuk pemetaan area-area yang masih menggunakan atap tidak layak yang berpotensi menimbulkan risiko kesehatan," tandasnya.

Di lain pihak, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, sejauh ini belum ada instruksi dari pemerintah pusat terkait program gentengisasi. Menurut dia, program itu kemungkinan besar difokuskan pada wilayah di luar Jawa.

"Karena di Kota Malang sudah banyak menggunakan genteng, makanya belum ada instruksi ke sana (program gentengisasi)," paparnya. Wahyu menjelaskan, penggunaan seng di sejumlah wilayah memang menimbulkan persoalan estetika hingga potensi risiko kesehatan.

Terutama jika kondisi material sudah berkarat atau rusak. ”Pada kesempatan rapat koordinasi, presiden menyampaikan bahwa masa orang datang berwisata melihat seng yang berkarat. Itu secara estetika kurang baik. Juga terkait kesehatan," pungkas Wahyu. (adk/dan)

Editor : Aditya Novrian
#program gentengisasi #malang #Pemkot #PDIP