Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Ada Dua Versi Penusukan pada Pembunuhan Araya

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Rabu, 5 Juli 2023 | 19:00 WIB

 

Riky Febrianca menusuk Aji Wahyu Nurcahyono yang hendak bangkit setelah terjatuh dalam reka adegan di Polresta Malang Kota kemarin.
Riky Febrianca menusuk Aji Wahyu Nurcahyono yang hendak bangkit setelah terjatuh dalam reka adegan di Polresta Malang Kota kemarin.
MALANG KOTA – Kronologi pembunuhan Aji Wahyu Nurcahyono di jembatan Perumahan Araya pada 1 Juni lalu semakin jelas. Itu setelah pelaku tunggal yang bernama Riky Febrianca, 24, melakukan reka adegan di Polresta Malang Kota kemarin pagi (4/7). Meski demikian, masih ada yang belum benar-benar klir karena Riky  memperagakan dua versi penusukan pisau ke tubuh Aji.

Total ada sembilan adegan yang diperagakan Riky dan sejumlah saksi. Dimulai pukul 09.35, adegan satu sampai tiga berupa percakapan Riky bersama lima temannya di sebuah kafe di Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Saat itu Riki berkeluh kesah tentang sikap Aji yang akan bertunangan dengan mantan pacarnya. Selesai berbincang, enam orang itu sepakat berangkat ke Perumahan Araya. Namun Riky lebih dulu mengambil pisau dari dapur kafe.

Pada adegan keempat, enam orang itu berangkat menggunakan tiga sepeda motor ke lokasi kejadian. Riky berboncengan dua dengan saksi yang bernama Jaka. Berlanjut ke adegan kelima, menggambarkan Aji (korban) dan dua temannya bertemu di sebuah warung kopi di Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing. Kemudian mereka berangkat menuju jembatan Perumahan Araya.

Sampai adegan keenam, pertengkaran masih belum terjadi. Kala itu Aji tiba di jembatan dan meminta dua temannya menunggu jauh dari lokasi kejadian. Baru pada adegan ke tujuh, terjadi perkelahian antara Riky dengan Aji. Awalnya satu tonjokan  dari Aji mengarah ke pipi kanan Riky. Kemudian dibalas upper cut dari Riky yang membuat Aji terjatuh. Masih dalam satu adegan, Riky kemudian menusukkan pisau ke tubuh Aji.

Tapi adegan penusukan itu diperagakan dua kali. Yang pertama pada saat Aji masih berdiri. Versi itu mengesankan pembunuhan terjadi dalam posisi duel. Yang kedua penusukan dilakukan saat Aji dalam posisi bangkit setelah terjatuh. Mengesankan korban dalam posisi tak berdaya. 

Berlanjut ke adegan kedelapan, Riky menendang kepala Aji yang sudah tergeletak. Rekonstruksi berakhir dengan adegan ke sembilan, di mana dua teman korban menggotong badan Aji yang sudah tak berdaya dan membawanya ke RS.

Terkait adanya dua versi adegan penusukan, kuasa hukum tersangka Guntur Putra Abdi Wijaya SH mengatakan ada perbedaan keterangan saksi dengan tersangka. Menurutnya, perbedaan itu bisa terjadi karena saksi melihat dari jarak yang cukup jauh. Lalu kondisi tempat kejadian saat itu juga gelap karena sudah lewat tengah malam. ”Sebenarnya semua pihak yang bertemu malam itu merupakan teman. ”Hanya saja, Aji dan Riky tidak dekat,” ujar dia.

Rekonstruksi kejadian kemarin turut dihadiri keluarga Aji yang didampingi kuasa hukumnya, Ronaldo Lega Laot SH. Ronaldo mengungkapkan bahwa saat rekonstruksi itu Riky hendak meminta maaf. ”Tapi ibu dan keluarga korban masih trauma. Jadi tidak mau menerima untuk saat ini,” kata dia.

Sikap itu merupakan buntut tragedi yang menimpa keluarganya secara tiba-tiba. Apalagi saat itu Aji akan segera mempersunting Novitasari, yang juga mantan pacar tersangka. (biy/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#araya #Pembunuhan #cemburu