Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Jurus Ninja Meloloskan Diri dari Pasangan Ghosting

Shuvia Rahma • Senin, 12 Oktober 2020 | 18:14 WIB
Ilustrasi ghosting relationship. (azbigmedia)
Ilustrasi ghosting relationship. (azbigmedia)
RADAR MALANG - Ghosting jadi istilah yang populer untuk kondisi dimana seseorang mengakhiri sebuah hubungan dengan memotong semua komunikasi tanpa penjelasan, dan memberikan silent treatment setelah merasa punya ikatan emosional. Kondisi ini berbahaya karena dapat menimbulkan efek negatif, rasa sedih, marah, depresi dan perilaku menyakiti diri sendiri. Kabar baiknya, menurut survey, kamu yang korban ghosting, ternyata tidak sendiri. melansir psycircle.id, Senin (12/10), 80 persen orang berusia 18-33 tahun pernah menjadi korban ghosting. Welcome to the club!

Namun, berlarut-larut dalam kegalauan karena menjadi korban ghosting juga tak baik untuk kesehatan mentalmu. Nah, berikut 7 tips agar mentalmu tak terombang-ambing dalam kegalauan saat menjadi korban ghosting:

1. Belajar menerima keadaan dan kenyataan.
Dalam hal ini, ketika jadi korban ghosting, maka menerima keadaan dan kenyataan sangat penting. Bahwa tak semua hal sesuai dengan keinginan dan masih banyak orang di luar sana yang menghargaimu.

2. Mengeluarkan emosi atau sedih sangat penting dilakukan.
Mengeluarkan apa yang dirasakan merupakan salah satu kunci agar mampu melakukan dengan baik. Marah atau menangis mungkin terlihat buruk, namun setelah emosi terlampiaskan, kondisi akan menjadi lebih baik.

3. Jangan menyalahkan diri sendiri.
Banyak survei membuktikan, korban ghosting seringkali menyalahkan diri sendiri. Padahal keadaan seperti itu selain sudah takdir, itu juga mengisitilahkan bahwa hal itu tidak baik dan akan diganti dengan lebih baik. Jadi yakinkan bahwa dia bukan orang yang terbaik untukmu.

4. Melakukan aktivitas yang kamu sukai.
Kegiatan sehari-hari yang disukai merupakan salah satu solusi terbaik. Ketika kamu suka bepetualang maka lakukan kegitan tersebut bersama teman-temanmu. Perasaan yang terbawa kegiatan bersama-sama dengan temanmu akan sedikit membuat perasaan menjadi lebih baik.

5. Menceritakan kepada orang terdekat dan terpercaya.
Cerita kepada orang yang dekat atau dipercaya misal sahabat ataupun guru merupakan suatu perbuatan baik. Disitu kamu akan melakukan diskusi seputar masalah yang dihadapi, sehingga pada akhirnya kamu akan memiliki ilmu baru berkaitan dengan permasalahanmu.

6. Mengikuti Kajian Keagamaan
Dalam hal ini mengikuti kajian keagamaan selain meningkatkan ilmu dan iman juga dapat memahami makna kehidupan. Termasuk tentang menghadapi hal yang berkaitan dengan pasangan.

7. Konsultasi dengan profesional.
Terakhir berkonsultasi dengan orang yang ahli di bidangnya. Selain mendapatkan ilmu baru, kamu juga akan menemukan solusi bagaimana menghadapinya. Contohnya misal guru, tenaga ahli konsultasi dan lainnya.


Penulis: Ali Hasan Assidiqi Editor : Shuvia Rahma
#ist #ghosting #Relationship #Ali #rmcw