Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Sambut Natal, Mendekor Rumah serasa Gereja

Mardi Sampurno • Minggu, 26 Desember 2021 | 14:00 WIB
BERNUANSA NATAL: Dekorasi berupa tulisan “Merry Christmas” di taman depan rumah itu menyambut setiap tamu di rumah pasangan Andreas dan Ita Wulan. (darmono/radar malang)
BERNUANSA NATAL: Dekorasi berupa tulisan “Merry Christmas” di taman depan rumah itu menyambut setiap tamu di rumah pasangan Andreas dan Ita Wulan. (darmono/radar malang)
MALANG – Di perayaan Hari Raya Natal ini, banyak cara yang bisa dilakukan umat Kristiani untuk mengekspresikan kegembiraannya. Salah satunya dengan cara mendekorasi rumah, sehingga rumahnya terasa gereja. Hal itulah yang dilakukan oleh Andreas Suliyan. Pengusaha kue di Kota Malang itu mengubah rumahnya menyerupai gereja. ”Merayakan Natal di rumah saja,” ujar Andreas, kemarin.

Sebelumnya, dia merayakan Natal di tempat lain bersama teman-teman dan keluarganya. Namun kali ini, Natal dirayakan di teras dan dalam rumah. Memasuki halaman rumahnya, tampak tulisan ”Merry Christmas” setinggi 1 meter menyambut.

Sementara taman, teras, area ruang keluarga, halaman belakang dipenuhi hiasan pohon Natal, lampu hias, bola-bola kecil, bunga, boneka, dan aksesori lain khas Santa Claus. “Untuk dekorasinya, kami menata dan menghias sendiri,” beber Andreas.

Photo
Photo
TAMPAK DEPAN: Bagian depan rumah Andreas di Istana Dieng Timur, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang berhias dekorasi Natal. (darmono/radar malang)

Andreas kemudian menceritakan satu per satu dari hasil dekorasi dia. Dimulai dari taman yang dihiasi berbagai macam karakter seperti boneka salju dan rumah kurcaci. Semuanya menggunakan konsep cuaca musim salju dan terbuat dari styrofoam.

Dari semua itu, yang paling menarik adalah boneka salju. Sebab, karakter itu dibuat setinggi 1,5 meter dan semuanya menggunakan aksesori syal dan topi yang identik dengan warna merah, putih, dan hijau. Kemudian, karakter itu dikonsep dengan berbagai penampilan. Misalnya karakter yang sedang memegangi permen tongkat berbentuk tangkai payung. “Masa pengerjaannya sekitar satu bulan,” kata Andreas.

Memasuki ruang keluarga, nuansa Natal makin terasa. Berbagai macam ukuran boneka Santa Claus tergantung, kemudian di sisi kanan dan kirinya ada pohon natal disertai beberapa bunga berbahan sintesis berwarna perak.

Andreas memaparkan alasannya mendekorasi rumah dengan berbagai pernak-pernik Natal. Di tahun ini, dia ingin merayakan natal di rumahnya. Alasannya, dia tidak ingin ber-euforia di saat Bumi Arema dilanda berbagai bencana. Misalnya, banjir bandang yang melanda kawasan Bumiaji, Kota Batu. Kemudian belakangan ini warga Pronojiwo (Lumajang) dan sebagian warga Ampelgading, Kabupaten Malang terdampak erupsi gunung Semeru.

Selain itu, dia ingin menyuguhkan keindahan di momentum Natal ini. Dia menceritakan, saat ini sudah ada beberapa orang yang selfie di sekitar rumahnya. “Bahkan ada pengunjung yang datang dari Madiun, Surabaya, dan Kediri untuk selfie,” kata Andreas.(nj4/dan) Editor : Mardi Sampurno
#Gereja #natal #Dekor