BATU – Para pengendara sepeda motor di Kota Batu masih banyak yang mengabaikan aturan. Pengendara tidak memaki helm mendominasi pelanggaran. Hal itu seperti yang terekap dalam Operasi Patuh Semeru Selasa, (11/7). Satlantas Polres Batu menilang secara manual 10 pengendara dan memberikan teguran kepada 200 pengendara.
Kasatlantas Polres Batu AKP Lya Ambarwati mengatakan, dalam operasi ini polisi mengutamakan edukasi kepada masyarakat. “Untuk titik pelanggaran paling banyak ada di Jalan Ir. Soekarno, Jalan Diponegoro dan Jalan Gajah Mada,” ungkapnya. Ketika para pelanggar ditanya mengapa mereka tak pakai helm, kebanyakan mereka berdalih karena mengaku jarak rumahnya dekat.
Sehingga dirasa tak perlu memakai helm. Pelanggaran lainnya ialah berboncengan tiga hingga memakai knalpot brong. “Untuk knalpot brong kita akan memberikan teguran dengan memanggil orang tuanya lalu sambil membawa knalpot asli, lalu dipasang dan knalpot brong tak boleh dipasang lagi,” katanya
Ops Patuh Semeru berlangsung selama 14 hari. dimulai dari Senin lalu (10/7). Petugas menggelar operasi secara merata di tiga kecamatan. “Misalnya, pagi di Junrejo, siang di Batu, dan yang terakhir di Bumiaji,” ungkapnya.
Para petugas gabungan yang terjun ada sekitar 75 personel. Masyarakat juga diimbau agar selalu tertib menggunakan perlengkapan berkendara secara. “Lebih tertib lagi dalam berkendara, karena menyangkut keselamatan diri sendiri dan orang lain,” tuturnya.
Selain memberikan teguran, para pengendara juga diberikan reward sebagai bentuk apresiasi. “Yang lengkap spionnya, pakai helm akan diberi hadiah,” ungkapnya. Hadiah yang diberikan bisa berupa makanan atau buah-buahan. (iza/lid)
Editor : Kholid Amrullah