MALANG KOTA – Perjalanan penumpang Kereta Api (KA) Malang - Kediri atau sebaliknya, dipastikan bakal lebih mudah. Penumpang dari Malang atau sebaliknya tidak perlu lagi transit di stasiun Blitar. Sebab mulai hari ini (15/7), PT Kereta Api Indonesia (KAI) meniadakan stasiun transit yang sebelumnya dilakukan di Blitar.
External Relations and Corporate Image Care Manager KCL PT KAI Leza Arlan memaparkan, penghentian kebijakan stasiun transit ini melakukan evaluasi selama satu bulan lebih. ”Selama Gapeka (Grafik Perjalanan Kereta Api) sejak 1 Juni lalu dilakukan evaluasi. Hasilnya, mulai 15 Juli ini kembali ke pola awal,” kata dia, kemarin.
”Penumpang dari Surabaya melalui Kertosono menuju Malang, keretanya akan menerus. Tidak perlu transit di Blitar. Begitu juga sebaliknya," jelasnya.
Sebelumnya, kebijakan stasiun transit diberlakukan sejak 1 Juni lalu. Dengan demikian, kebijakan tersebut hanya berlaku selama 1,5 bulan, setelah itu ditiadakan lagi.
Arlan menerangkan, kebijakan penghentian stasiun transit diberlakukan di dua KA Lokal. Yakni Dhoho dan Penataran. Untuk KA Dhoho ada lima perjalanan. Sedangkan KA Penataran enam perjalanan. " Jadwal perjalanannya sama. Hanya waktu tunggu lebih lama sekitar 20 menit di Stasiun Blitar," ungkapnya.
Dia mengatakan, perubahan pola operasi dilakukan dengan alasan keamanan penumpang. ”Ada faktor keselamatan karena ketika transit dan harus berpindah kereta, rawan untuk penumpang,” tandasnya.
Sementara itu, salah seorang penumpang KA Stasiun Malang-Kediri Windra Setiawan menyambut baik kebijakan pemberhentian stasiun transit. Menurutnya, kebijakan transit membuat penumpang kewalahan. ”Karena harus berpindah ke kereta lain di Stasiun Blitar,” katanya.
Selain itu, lanjutnya, kondisi ketika transit di Stasiun Blitar juga terlalu padat. Sehingga tidak nyaman bagi penumpang. "Kasihan orang yang sudah lansia atau mereka yang bawa barang banyak. Harus berdesakan lagi ketika transit," tuturnya. (adk/dan)
Editor : Mahmudan