MALANG - Program donasi sedekah sumur bor di Baitul Maal Hidayatullah (BMH) menjadi pilihan paling diminati donatur. Hal ini menjadi perhatian tersendiri bagi Lembaga Amil Zakat dengan jaringan nasional ini untuk benar benar bisa amanah dalam penyaluranya.
Seperti diketahui bahwa kekeringan dan defisit air bersih di berbagai desa pelosok ketika musim kemarau sangat merisaukan masyarakat. Kebutuhan pokok berupa air bersih harus selalu tersedia. Hal ini menjadi perhatian khusus lembaga filantropi dengan kantor unit layanan Malang di Sengkaling ini untuk mendukung program Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan sebagaimana dicanangkan pemerintah.
Sudah 194 titik sumur bor terealisir di Jawa timur hingga April 2025. Di antara sumur sumur tersebut adalah wujud nyata sinergi dari masyarakat juga berbagai perusahaan maupun instansi yang terjalin dengan mewujudkan 36 titik di Malang Raya. Masih terbuka kesempatan bagi masyarakat untuk memberikan donasi untuk pembangunan sumur bor ini karena ada banyak tempat yang butuh air bersih.
Universitas Widyagama Malang menjadi lembaga terbaru yang merealisasikan program ini di Tirtoyudo. Sebelumnya ada YBM PLN UPT Malang yang memilih membangun sumur bor di Bantur, DEA Bakery di Gedangan, Komunitas G Coach Nusantara Gilang Gemilang di Kecamatan Dau, RUMAT Perawatan Luka Diabetes memilih di Wajak dan sumur bor dari BEBICARE yang berada di Dampit.
Lukman Khakim, Ketua BMH Malang menyampaikan akan memberikan jaminan sedekah yang ditunaikan kelembaganya akan terwujud sumur hingga keluar airnya. Jika tidak keluar air, maka akan dicarikan titik baru supaya menjadi pahala jariyah keluarga yang mewaqafkan hartanya tersebut mengalir terus. Paket bantuan yang telah diberikan meliputi tandon air, tower besi, serta instalasi pipanisainya diutamakan untuk pesantren, masjid/musala, serta madin/TPQ, maupun fasilitas umum yang sangat membutuhkan.
Editor : A. Nugroho