UMPATAN ini sudah jarang digunakan, atamkeat. Berasal dari dua frasa yang dibalik, yakni atam alias mata dan keat atau taek yang berarti kotoran manusia. Setelah digabung menjadi atamkeat, pembalikan dari mata taek.
Peneliti Bahasa Malangan Nurenzia Sidharta mengatakan, atamkeat memiliki arti mata-mata. Kata tersebut merupakan bahasa walikan yang dipakai oleh generasi pertama. Untuk diketahui, bahasa walikan lahir di era perjuangan melawan penjajah. ”Digunakan arek-arek Malang untuk mengidentifikasi mata-mata musuh, baik Jepang maupun sekutu,” ujar Nurenzia, kemarin.
Dia mengatakan, beberapa penutur atamkeat menjadikan kata tersebut sebagai sandi untuk berkomunikasi. ”Agar mata-mata musuh tidak mengetahui bahwa sudah berhasil diidentifikasi," katanya.
Menurut dia, keat memiliki konotasi negatif, yaitu kotoran manusia. Oleh karena itu, penggunaan atamkaet juga wujud kejengkelan pejuang Malang terhadap musuh. Mereka memaknai mata-mata musuh sebagai kotoran manusia. (adk/dan)
Editor : A. Nugroho