Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Petani Tembakau dan Padi di Gresik Terancam Merugi

Aditya Novrian • Sabtu, 26 Oktober 2024 | 18:38 WIB
PASRAH: Nur Syam, petani Tambakberas, Cerme, menatap sebagian padi di lahan miliknya roboh akibat diterpa hujan deras dan angin kencang. SHOLEH HILMI/JAWA POS
PASRAH: Nur Syam, petani Tambakberas, Cerme, menatap sebagian padi di lahan miliknya roboh akibat diterpa hujan deras dan angin kencang. SHOLEH HILMI/JAWA POS

GRESIK – Cuaca buruk yang terjadi di Gresik beberapa hari terakhir membuat petani tembakau dan padi pasrah.

Hujan disertai angin membuat tanaman mereka ambruk. Petani pun terancam merugi.

Nur Syam, salah satu petani padi, tak bisa berbuat banyak.

Batang-batang padi yang sudah berwarna hijau muda ambruk dan tak bisa diselamatkan.

”Padi belum matang dan dipastikan tidak bisa panen,” ujar dia kepada Jawa Pos kemarin.

Warga Tambakberas, Cerme, tersebut mulai menanam padi sejak akhir Juli lalu.

Dengan perkiraan awal bisa dipanen saat memasuki usia 90 hari pada akhir Oktober mendatang.

Namun, kondisi cuaca panas membuat sebagian padinya masih berwarna hijau serta berbulir muda.

’’Kalau roboh gini butuh biaya lebih untuk bisa dipanen. Harus dikasih penyangga,” terangnya.

Nur Syam memperkirakan hanya bisa meraup penghasilan guna menutup biaya tanam.

Apalagi, lahan yang ditanaminya merupakan lahan sewa sehingga dia harus menyetorkan sebagian hasil panen kepada sang pemilik lahan.

’’Kalau hitungan kasar paling sisa Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta bersihnya. Ini juga gak nutup kalau dibandingkan tenaga selama tiga bulan,” tuturnya.

Kondisi serupa dirasakan oleh Yanto.

Bedanya, warga Kedungsumber, Balongpanggang, tersebut menanam tembakau di lahan seluas sekitar 300 meter persegi miliknya.

Dari estimasi awal, dia akan mampu memanen antara empat hingga lima kali dari lahan tembakaunya.

Sedangkan hingga pertengahan Oktober, Yanto baru memanen dua kali.

Hasil panen tersebut baru mampu menutup separo dari biaya produksi yang dikeluarkan.

’’Biasanya kan kalau tembakau baru bisa nutup di panen ketiga. Dan baru bisa untung di panen selanjutnya,” ungkapnya. (leh/son/adn)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Merugi #Petani Padi #gresik #petani tembakau #cuaca buruk