Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Menjadi Orang Pintar Sekaligus Terdidik

Aditya Novrian • Jumat, 1 Maret 2024 | 21:01 WIB

Gita Maulani Fadhilah
Gita Maulani Fadhilah

Oleh:

Gita Maulani Fadhilah

Finalis Duta Hijab Radar Malang 2024

Mahasiswa Universitas Islam Malang

KASUS korupsi marak terjadi di Indonesia. Terbaru, kasus korupsi di Kabupaten Sidoarjo memancing perhatian publik. Sebab, ada dugaan uang mengalir ke kantong bupati.

Tentu kebiasaan buruk itu mencoreng kepercayaan publik. Mengingat kepala daerah maupun abdi negara adalah golongan orang terpilih untuk mengawal pembangunan. Bahkan dari mereka pintar mengolah program kerja untuk direalisasikan.

Namun itu tak cukup. Jadi orang yang pintar saja tak cukup. Seseorang juga harus terdidik. Pendidikan formal hingga perguruan tinggi yang ditempuh seseorang juga belum cukup untuk mengubah tindakan seseorang. Mungkin memang sebagian sekolah hingga perguruan tinggi Indonesia sudah berhasil membentuk orang-orang pintar.

Akan tetapi, tidak ada jaminan orang tersebut menjadi terdidik. Sudah banyak sekali orang pintar yang melakukan tindak kejahatan sehingga harus di penjara selama beberapa waktu. Seperti yang kita ketahui bahwa pola pendidikan umum di Indonesia hanyalah mengajarkan bidang keilmuan seperti pengetahuan dan teknologi saja.

Dengan ilmu baru inilah orang-orang menjadi semakin pintar. Sayangnya, saat ini pendidikan mengenai budi pekerti cenderung dilupakan sehingga banyak orang pintar yang menjadi tidak terdidik.Inilah mengapa banyak sekali pelaku kejahatan didominasi oleh orang pintar, salah satunya adalah para pelaku tindak korupsi. Mungkin hanya kita yang dapat menemukan bahwa mantan narapidana korupsi tetap dipercaya dan diperbolehkan dalam memimpin sebuah instansi.

Kembalinya bekas narapidana kasus korupsi ke kancah politik seolah menjadi hal yang lumrah. Jika menoleh ke belakang, terpidana kasus korupsi Wisma Atlet Hambalang yang juga bekas Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Malarangeng kembali ke Partai Demokrat setelah menjalani masa hukuman selama 4 tahun dan bebas murni pada 19 Juli 2017.

Tentu saja hal ini sangat memalukan, bahkan justru dianggap sebagai hal lumrah. Padahal jika dilihat, masih banyak orang-orang yang terdidik di luaran sana yang mampu memimpin tetapi tidak dipilih. Sistem pendidikan umum di Indonesia perlu direvisi dengan memperhatikan proses dan tidak hanya mementingkan hasil, maka orang-orang terdidik pun akan tercetak.

Untuk itu pola pendidikan formal harus diimbangi dengan pendidikan karakter untuk menghasilkan orang pintar yang terdidik. Dengan pendidikan karakter dapat mengajarkan norma agama maupun social dan melahirkan orang dengan budi pekerti luhur serta memiliki sikap tanggung jawab

Saatnya pemerintah dan perguruan tinggi membenahi pola pendidikan formal di Indonesia agar lebih maju dan berkualitas. Impact dari sistem pendidikan yang mementingkan proses adalah lahir orang-orang pintar yang terdidik bukan orang pintar yang sok pintar. Apabila Indonesia mampu mengubah sistem pendidikan tersebut, maka bukan tidak mungkin Indonesia akan bebas dari korupsi. Oleh karena itu, saat ini sudah waktunya semua pihak ikut andil dalam mewujudkan Indonesia yang bersih dari korupsi melalui bidang pendidikan. Pendidikan tersebut dapat dimulai dari usia dini dengan orang tua sebagai pengajarnya di rumah. Orang tua di rumah juga harus berupaya dalam menciptakan calon orang terdidik dan bukan hanya orang pintar untuk masa depan Indonesia. (*)

Editor : Aditya Novrian
#terdidik #pintar #pendidikan #opini #duta hijab radar malang