Kegiatan Tri Dharma Pendidikan Tinggi yang melibatkan pertukaran civitas academica dari dan ke luar negeri menjadi prioritas Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UB. Ini untuk meningkatkan citra UB di level internasional.
Bekerja sama dengan AsiaPacific UniversityCommunity Engagement Network (APUCEN), ASEAN University Network University Social Responsibility & Sustainability (AUNUSR&S), serta Unilever sebagai salah satu mitra UB yang aktif dalam kegiatan corporate social responsibility (CSR), LPPM UB menyelenggarakan webinar internasional bertajuk ”Strengthening International Collaboration in Community Development–Striving Creative Economy and Sustainable Environment Through Community
Development.” Kegiatan tersebut digelar kemarin (3/11).
Hadir sebagai narasumber Executive Director AsiaPacific UniversityCommunity Engagement Network (APUCEN) Prof Dato’ Dr Aileen Tan Shau Hwai, Assoc Prof Dr Rokiah Omar dari Department of Optometry Faculty of Health Sciences Universiti Kebangsaan Malaysia, Sustainable Sourcing Manager
Unilever Indonesia Ahmad Adhitya PhD, dan Kepala Pusat Layanan KKN UB Hendrix Yulis Setyawan STP MSi PhD. “Tujuan dari kegiatan webinar ini adalah untuk meningkatkan jejaring kerja sama untuk kegiatan pengabdian masyarakat yang melibatkan mahasiswa dan dosen, serta untuk menguatkan peran UB dalam kegiatan pengabdian masyarakat internasional,” kata ketua pelaksana Sri Suhartini STP MEnv Mgt PhD.
Ketua LPPM UB Dr Ir Bambang Susilo menambahkan LPPM juga menyelenggarakan program bina lingkungan untuk semua fakultas. Keterkaitan ilmu antar akademisi atau mahasiswa dari berbagai fakultas ini memberikan tim yang lebih baik untuk menangani permasalahan masyarakat. Salah satu program terbaik LPPM adalah Doktor Mengabdi. Yaitu program pengembangan masyarakat kompetitif yang mencakup sebagian besar wilayah Indonesia.
Editor : Shuvia Rahma