MALANG KOTA - Sebanyak 1023 Kandidat Sarjana Mengabdi (KSM) Universitas Islam Malang (Unisma) diberangkatkan dari halaman kampus pasa Selasa (8/8). Rombongan dilepas langsung oleh Rektor Unisma dan juga jajaran Warek serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang. Mereka akan tinggal di 21 desa selama 40 hari ke depan.
Rektor Unisma Prof Dr H Maskuri MSi mengungkapkan penyebutan KSM yang semula adalah Kuliah Kerja Nyata (KKN) sudah menjadi terobosan. Sebab, mereka bukan lagi mahasiswa, tetapi sudah menjadi calon sarjana. Tentunya dengan kerja keras dan kerja cerdas, mereka diharap bisa berkarya nyata di tengah masyarakat.
Para mahasiswa sudah memiliki bekal sosialisasi dan bermasyarakat sejak di bangku sekolah hingga kuliah. “Pengalaman ini akan menjadi bekal di tengah masyarakat, menggali masalah bersama. Tunjukkan sopan santun di tengah masyarakat, akhlakul karimah sehingga Anda bisa sukses melaksanakan KSM,” ungkapnya.
Unisma juga memberangkatkan 21 dosen pembimbing yang akan membina para peserta selama KSM. "Dosen pembimbing siap 24 jam melakukan supervisi," lanjutnya.
Ke depannya, KSM Unisma, dapat menjangkau seluruh daerah di Indonesia, tidak hanya Malang Raya. “Itu kita kembalikan mahasiswa di mana dia berasal kemudian membentuk kelompok di sana,” tuturnya.
Mahasiswa nanti bisa memilih daerah mana, kemudian akan ditinjau. Dari rancangan ini, dia ingin Unisma dikenal secara lebih luas di tengah masyarakat. Untuk outcome dari KSM ini nanti berupa produk, jurnal, buku, hingga rilis media. “Jadi nanti dilihat dari potensi desa, misalnya berpotensi pada bidang produk makanan atau minuman olahan. Bisa saja nanti menjadi desa wisata,” ungkapnya.
Ia juga berpesan kepada para peserta KSM untuk terus menjaga kekompakan. Karena kekompakan kelompok akan menjadi kunci utama suksesnya KSM ini. "Tolong menjaga akhlak. Karena Anda membawa nama baik Unisma. Tunjukkan bahwa ,ahasiswa dapat menjaga nama baik," pungkasnya. (dur/jprm1/fin)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana