MALANG KOTA - Animo calon mahasiswa baru (maba) untuk mendaftar di Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Malang cukup tinggi. Khususnya calon maba yang memilih jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Bersama (SIMAMA). Tercatat ada 6 ribu calon maba yang registrasi dalam jalur tersebut.
Angka pendaftar itu bisa saja terus melonjak. Sebab batas waktu pendaftaran terakhir diperpanjang hingga 13 Mei mendatang. Wakil Direktur III Poltekkes Kemenkes Malang Dr Kissa Bahari SKep Ns MKep menjelaskan, ada tiga jalur masuk Poltekkes yang diterapkan tahun ini.
Yaitu jalur prestasi yang biasa disebut jalur Penelusuran Minat dan Prestasi (PMDP) yang diselenggarakan Januari hingga Maret lalu. Jalur kedua adalah SIMAMA yang diselenggarakan saat ini. Serta jalur ketiga adalah jalur mandiri yang direncanakan untuk bulan Juni.
Untuk jalur prestasi, berdasarkan pagu hanya bisa menerima 30 persen dari kuota yang ditetapkan, yaitu 2.000 camaba. Sementara untuk SIMAMA mendominasi sebanyak 50 persen dari kuota. Terakhir melalui jalur mandiri tersisa penerimaan 20 persen saja.
”Untuk SIMAMA kali ini kami bagi menjadi dua periode, sebab terjeda UTBK,” ungkap Kissa. Sekitar 2.500 camaba akan melaksanakan SIMAMA di Poltekkes yang dimulai kemarin (8/5) hingga tanggal 13 Mei mendatang. Sementara itu, Periode II akan dimulai dua minggu lagi pada 21-26 Mei.
Poltekkes menjadwalkan tiga sesi SIMAMA tiap harinya. Satu sesi menggunakan empat kelas dengan jumlah peserta 160. Sehingga dalam sehari terdapat 480 peserta yang mengerjakan SIMAMA di Poltekkes.
Tahun ini, pertama kali SIMAMA menerapkan materi Tes Potensi Skolastik (TPS). ”Sebab itu banyak aspek yang dimuat seperti penalaran, pengetahuan umum, matematika, bahasa Indonesia, hingga bahasa Inggris,” papar Kissa.
Berbeda dengan tahun sebelumnya yang menggunakan mata pelajaran saat SMA. Jadi tahun ini lebih dipersempit cakupannya. Mata pelajaran seperti biologi, kimia, dan fisika sudah ditiadakan dalam tes. Dan diganti TPS saja.
Rangkaian seleksi calon maba itu akan diumumkan pada 8 Juni. Meskipun sudah lolos pada SIMAMA, apabila tidak lolos uji kesehatan peserta akan gugur. Hal itu demi kelancaran proses belajar yang akan dilaksanakan pada 22 Juli 2024.
Terakhir, Kissa berharap dari sekian banyak skema seleksi ini bisa menjaring calon maba yang baik dan sesuai dengan pekerjaan tenaga kesehatan. ”Hal itu semata demi proses pendidikan yang lancar sekaligus sesuai standar tenaga kesehatan yang telah ditetapkan,” tutup Kissa. (aff/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana