MALANG KABUPATEN - Tim Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA Modern Al-Rifa’ie 2 (SMADAF) kembali menghadirkan program unggulan dalam rangka memperluas wawasan santri. Kali ini, SMA Modern Al Rifaie melakukan Trial Class Kampus Mesir yang menghadirkan dua narasumber istimewa.
Mereka adalah Shofrina Hidayatul Karimah, yang hadir langsung di sekolah. Serta, Shabna Zahia, yang bergabung via Zoom. Kini, dua alumni SMADAF tahun 2023 ini sedang menempuh studi di Universitas Al-Azhar Mesir.
Kegiatan ini disambut antusias oleh para santri. Hal ini karena kegiatan ini memberikan pengalaman langsung serta atmosfer perkuliahan di Universitas Mesir. Baik dari sisi akademik maupun kehidupan sehari-hari mahasiswa di luar negeri.
“Santri harus punya mimpi besar, tulislah impian itu, dan jangan ragu menembus dunia Internasional. Belajar ke Mesir bukan hanya tentang mimpi dan menambah ilmu, tapi juga memperkuat karakter dan jaringan global,” tegas Shofrina di hadapan peserta.
Sementara itu, Shabna berbagi pengalaman hidupnya sebagai mahasiswa di Mesir, mulai dari sistem pembelajaran, dinamika pergaulan, pembiayaan hingga tantangan beradaptasi di negeri dengan tradisi keilmuan Islam yang kuat.
Yasir Arafat sebagai pembimbing menyampaikan bahwa Shofrina dan Shabna adalah dua dari 18 siswa SMADAF yang belajar di luar negeri. Keduanya melakukan bimbingan sejak kelas XI SMA.
Selain ke Timur Tengah, SMA Modern Al-Rifa’ie. juga ada bimbingan kuliah ke China dan Eropa
Trial class ini diharapkan mampu menumbuhkan motivasi dan semangat siswa-siswi kelas 9 SMP & MTs Modern al-Rifaie untuk melanjutkan studi ke luar negeri, khususnya di pusat-pusat ilmu Islam dunia.
Dengan semangat Santri Mendunia, SMA Modern Al-Rifa’ie terus berkomitmen mempersiapkan generasi santri yang berilmu, berdaya saing global, dan berakhlak mulia.
Kepala SMA Modern Al-Rifa’ie Dr. (Cand.) Ahmad Fardan MPd sangat bangga dengan para alumni dari sekolahnya. “Ini adalah bukti bahwa komunikasi dan kedekatan kami dengan para alumni berjalan dengan baik,” ujarnya.
Menurut Fardan, dalam hal ini siswa bisa sharing langsung dengan ahlinya dan bisa memiliki banyak opsi. “Terutama bila ingin bisa melanjutkan pendidikan ke luar negeri,” tandasnya. (bes)
Editor : A. Nugroho