Rencananya, ada tiga SMPN baru yang mendapat jatah penambahan rombel. Yakni SMPN 28 Malang, SMPN 29 Malang, dan SMPN 30 Malang.
Kepala Disdikbud Kota Malang Suwarjana berharap, pada tahun ajaran baru 2023/2024 mendatang, ketiga SMPN baru bisa menambah kuota pendaftaran peserta didik baru.
“Kami target April akhir sudah bisa pengerjaan,” ujar Suwarjana kemarin (5/3).
|Baca Juga :
Disdikbud Kota Malang Seriusi Wacana Penambahan Jam Sekolah
Pembangunan rombel baru harus masuk lelang karena anggarannya Rp 200 juta per proyek. Tahun ini, disdikbud mempunyai anggaran sekitar Rp 10 miliar.
Namun dana tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi penambahan rombel, tapi juga untuk regrouping sekolah. Hanya saja, program regrouping tidak direstui dewan, sehingga tidak bisa direalisasikan.
Suwarjana menambahkan, ada beberapa hal yang perlu direvisi dari detail engineering design (DED) yang sudah dia siapkan.
“Misalnya harga, dari tahun ke tahun tentu ada perubahan. Di situ kita coba lakukan penyesuaian,” kata pejabat eselon II B Pemkot Malang tersebut.
|Baca Juga :
Masih Berisiko, Disdikbud Kota Malang Larang Siswa Naik Angkutan Umum
Sebagai informasi, saat ini tiga SMP Negeri baru masih mempunyai 10 rombel. Kesepuluh rombel tersebut terdiri atas 2 rombel untuk kelas 7, 4 rombel untuk kelas 8, dan 4 rombel untuk kelas 9.
“Dengan penambahan dua rombel untuk kelas tujuh ini, nantinya masing-masing kelas akan punya 4 rombel. Jadi total nanti ada 12 rombel,” pungkas mantan Kabag Umum Setda Kota Malang itu. (dre/dan) Editor : Mahmudan